JUJUR -Riyadhush-Sholihin-

Januari 11, 2016
4- بَابُ الصِّدْقِ
BAB JUJUR
قَالَ الله تَعَالَى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ } [التوبة: 119]
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar." [QS. at-Taubah (9): 119]

Faidah-faidah ayat:
1.  Perintah untuk selalu bertaqwa (melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang).
2. Perintah untuk bergaul dan berteman dengan oarang-orang yang jujur agar kitadapat mengambil manfaat dari mereka.
3.    Kejujuran adalah merupakan indikasi (pertanda) ketakwaan seseorang.
4. Berteman dengan orang yang shalih akan membawa kita kepada kebaikan dan bergaul dengan orang yang buruk akhlak akan membawa kita kepada keburukan.

Hadits:
عن ابن مسعود رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، عن النَّبيّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ: (( إنَّ الصِّدقَ يَهْدِي إِلَى البِرِّ، وإنَّ الْبِرَّ يَهدِي إِلَى الجَنَّةِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقاً. وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً )) مُتَّفَقٌ عليه. [البخاري (6094)، ومسلم ( 2607 )].
“Sesungguhnya kejujuran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga. Jika seseorang selalu berbuat jujur, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan akan menuntun kepada kedurhakaan, dan kedurhakaan itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong, maka ia akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang pembohong.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah-faidah hadits:
1.    Anjuran berbuat jujur, sebab ia menjadi sarana menuju segala kebaikan

2.   Larangan berbuat dusta dan anjuran agar tidak menganggap enteng terhadapnya, sebab ia menjadi sarana menuju segala kejahatan
3.    Barang siapa membiasakan diri dengan kejujuran, maka itu akan menjadi perangai baginya
4. Barang siapa yang membiasakan diri dengan dusta, maka itu akan menjadi perangai baginya
5.  Barang siapa terkenal dengan sesuatu maka sudah tepat apabila dijuluki dengan julukan tersebut
6.    Akhlak mulia diperoleh dengan membiasakan diri untuk menerapkanya
7. Amal shalih tempat kembalinya adalah surga, sedangkan perbuatan buruk tempatnya berda di neraka


Hasdits:
عن أبي ثابت، وقيل: أبي سعيد، وقيل: أبي الوليد، سهل ابن حُنَيْفٍ وَهُوَ بدريٌّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أنَّ النَّبيّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ: (( مَنْ سَأَلَ الله تَعَالَى الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ )) [رواه مسلم (1909)].
“Barangsiapa yang benar-benar memohon kepada Allah untuk mati syahid, niscaya Allah akan mengabulkan ke tingkat orang yang mati syahid walaupun ia mati di atas tempat tidurnya.” (HR. Muslim)

Faidah-faidah hadits:
1.    Keasungguhan dan kejujuran hati menjadi sebab tercapainya harapan
2.   Orang yang berniat melakukan suatu perbuatan baik akan diberi pahala meskipun dia tidak mampu mengerjakanya atau sempat mengerjakan tapi tidak sempurna
3.    Di sunnahkan meminta mati syahid dan ikhlas dalam melakukanya
4.    Seorang hamba akan mendapatkan keinginanya, jika dia mengharapkannya dengan sebenar-benarnya
5. Pemuliaan Alloh terhadap umat ini, yaitu dengan amal yang sedikit dia memberikan derajat yang tinggi di surga

Hadits:
عن أبي خالد حَكيمِ بنِ حزامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ: قَالَ رسولُ الله صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( البَيِّعَانِ بالخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإنْ صَدَقا وَبيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا، وإنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بركَةُ بَيعِهِما )) مُتَّفَقٌ عليه.  البخاري (2079)، ومسلم (1532).
“Penjual dan pembeli diberi kesempatan memilih (berpikir) selagi mereka belum berpisah. Jika mereka jujur dan memberikan penjelasan (yang benar) mengenai barang yang dijualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Namun jika mereka berbohong dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang dijualbelikan, akan terhapuslah keberkahannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Faidah-faidah hadits:

1.    Di berikannya hal pilih di tempat (khiyar majlis) bagi penjual dan pembeli
2.  Diwajibkan memperlihatkan aib (cacat) dalam barang dagangan dan diharamkan menyembunnyikanya. Jika aib itu telah tampak jelas, maka diberikan hak kepada pembeli untuk memilih pembatalan jual beli
3.    Apa yang ada pada Alloh tidak akan dapat diperoleh kecuali dengan amal shalih
4.  Keburukan maksiat, di mana ia dapat menghilangkan kebaikan dunia dan akhirat dari pelakunya

5. Kejujuran dalam perniagaan merupakan tuntutan yang mulia, yang tidak akan dapat dipenuhi kecuali oleh orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan ia merupakan sumber datangnya berkah.

ARTIKEL TERKAIT:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »