Riyadhush-Sholihin Bab SABAR

Januari 09, 2016

3- بَابُ الصَّبْرِ
BAB SABAR
قَالَ الله تَعَالَى: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا } [آل عمران: 200]
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian.” [QS. Ali Imron (3): 200]

Faidah-faidah ayat:
1.    Perintah untuk berbuat sabar kepada kaum mukmin.
2.    Perintah istiqomah dalam menjaga kesabaran, karena betapa banyak orang tidak bisa konsisten(istiqomah)dalam menjaga kesabaranya.
3.   Pembatasan perintah hanya untuk orang-orang beriman adalah karena keimanan (tauhid) adalah syarat utama amal di terima.

وعن أبي مالكٍ الْحارث بن عاصم الأشعريِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رسولُ الله صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ: (( الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ، والحَمدُ لله تَمْلأُ الْميزَانَ، وَسُبْحَانَ الله والحَمدُ لله تَملآن - أَوْ تَمْلأُ - مَا بَينَ السَّماوات وَالأَرْضِ، والصَّلاةُ نُورٌ، والصَّدقةُ بُرهَانٌ، والصَّبْرُ ضِياءٌ، والقُرْآنُ حُجةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ. كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائعٌ نَفسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُها )) رواه مسلم (223).
“Kesucian adalah sebagian dari iman, (bacaan) alhamdulillah akan memenuhi timbangan (kebaikan), (bacaan) subhanallah dan alhamdulillah keduanya memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat adalah nur (cahaya), shadaqah adalah bukti, sabar adalah penerang, dan al-Qur'an akan menjadi pembela kamu atau malah menjadi musuh kamu. Setiap manusia bekerja, lalu dia menjual dirinya, kemudian pekerjaan itu dapat menyelamatkannya atau bahkan mencelakakannya.” (HR. Muslim)

Faidah-faidah Hadits:

1.    Keutamaan wudlu’ dalam islam,wudlu merupakan syarat syahnya shalat
2.  Bersuci adalah sebagian (setengah) dari iman gambaranya adalah wudlu yang merupakan syarat sah dari sholat
3.    Adanya mizan (timbangan) di akhirat nanti
4.  Amal perbuatan memiliki bobot di akhirat kelak yang akan memperberat atau memperingan timbangan amalan seseorang
5.    Penjelasan tentang keutamaan dan keagungan dzikir
6.  Perintah untuk memperbanyak sholat, sebab sholat itu cahaya yang menyinari jalan keselamatan bagi seorang muslim serta mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar
7.    Memperbanyak shodaqoh merupakan bukti kesungguhan dan keikhlasan seorang mukmin
8.    Keutamaan sabar  dan pelakunya akan terus menerus mendapatkan penerang dan petunjuk
9.  Setiap orang harus memiliki pekerjaan yang dilakukan  setiap hari dan tidak membiarkan dirinya menganggur

Hadits:
وعن أبي سَعيد سعدِ بن مالكِ بنِ سنانٍ الخدري رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ نَاساً مِنَ الأَنْصَارِ سَألوا رسولَ الله صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ فَأعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَألوهُ فَأعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِندَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أنْفْقَ كُلَّ شَيءٍ بِيَدِهِ: (( مَا يَكُنْ عِنْدي مِنْ خَيْر فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْراً وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر )) مُتَّفَقٌ عليه.  [البخاري (1469)، ومسلم (1053)].
Bahwa sebagian orang Ansar meminta kepada Rasulullah shollallohu 'alayhi wa sallam, maka beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi, beliau pun memberi mereka, sampai ketika telah habis sesuatu yang ada pada beliau, beliau bersabda: “Apapun kebaikan yang ada padaku, maka aku tidak akan menyembunyikannya dari kalian. Barangsiapa menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya. Barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya. Barangsiapa yang mencoba untuk bersabar, maka Allah akan membuatnya sabar. Tidaklah seseorang tidak diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Faidah-faidah hadits:
1.    Kedermawanan Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam. Dan kemuliaan akhlak yang di jadikan sebagai sifat atau tabi’at pada diri beliau
2.  Kekayaan itu bukan berarti memiliki banyak barang berharga, tetapi yang di maksud kekayaan sejati adalah kaya jiwa
3.    Anjuran untuk selalu merasa puas dan menjaga kehormatan diri
4.   Kemuliaan akhlak dan ketinggian sifat itu dapat diperoleh dengan mengarahkan dan menjadikan jiwa cenderung kepadanya
5.    Kemuliaan akhlak itu bisa di cari
6.    Diperbolehkan memberi orang yang minta dua kali
7.    Diperbolehkan minta maaf dan tidak memberi kepada
8.  Diperbolehkan meminta-minta jika keadaan terpaksa (karena kebutuhan) dan tidak ada jalan lain, tetapi meninggalkanya dan bersabar adalah lebih baik, hingga Alloh memberikan jalan keluar

Hadits:
وعن أبي سعيدٍ وأبي هريرةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، عن النَّبيِّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ ، قَالَ: (( مَا يُصيبُ المُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ أَذًى، وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوكَةُ يُشَاكُهَا إلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَاياهُ )) مُتَّفَقٌ عليه. [البخاري (5641)، ومسلم (2573)].
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kesusahan, kepenatan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun kedukacitaan, sampai karena tertusuk duri pun, melainkan Allah akan mengampuni dosanya sesuai dengan apa yang menimpanya tersebut.” (HR. Bukhori dan Muslim)


Faidah-faidah hadits:
1.  Segala sesuatu yang menyakitkan dari apa yang menimpa orang mukmin, akan menyucikan dari dosa
2.    Sekecil apapun musibah yang menimpa seseorang, akan menjadi kaffarah baginya
3.    Seorang hamba tidaklah patut menyatukan dalam dirinya antara hal-hal yang tidak menyenangkan dan hilangnya pahala
4. Orang yang benar-benar terkena musibah adalah orang yang di jauhkan dari pahala(penghapusan dosa karena tidak sabar)

Materi Terkait:

Artikel Terkait

Previous
Next Post »