Beginilah Cara Rasulullah Mandi Junub

November 09, 2016
Islam adalah agama yang sesuai fitrah dan akal sehat manusia. Bukti konkret dari hal tersebut adalah Islam memberikan perhatian sangat besar terkait masalah bersuci (Thoharoh). Banyak teks (nash) ayat al-Qur’an dan hadits yang memotivasi umat Islam agar mereka mewujudkan thoharoh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Apa dasarnya?

Bukankah kita tahu bahwa Alloh tidak menerima orang yang sholat tanpa bersuci? Bukankah kita tahu bahwa Alloh mencintai orang-orang yang bersuci?
Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. al-Baqoroh [2]: 222).

Bukankah kita tahu bahwa Alloh memuji penduduk Quba (penduduk di Madinah) karena mereka bersuci dengan air setelah buang hajat?
“….di dalam mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bersih.(QS. at-Taubah [9]: 108).

Bukankah kita tahu pula bahwa tidak bersuci ketika buang air kecil menyebabkan seseorang memperoleh siksa kubur?

Demikianlah beberapa perkara yang sangat penting seputar masalah thoharoh yang seyagyanya bagi kita memiliki perhatian yang sangat besar agar kita menjadi orang-orang yang beruntung di dunia maupun di akherat kelak.

Pembaca yang budiman……salah satu macam thoharoh adalah mandi junub (ghoslul janabah). Syariat ini merupakan syariat yang agung lagi mulia. Kebutuhan umat terhadap mandi junub sangatlah urgen. Mereka terkadang melaukukan aktivitas yang mengharuskan untuk mandi junub, seperti; setelah melakukan aktivitas hubungan suami istri (jima’), mimpi basah (ihtilam), bersih dari nifas dan haidh dan lain-lain. Begitu pula dalam beberapa keadaan dianjurkan bagi mereka untuk mandi junub, seperti; mandi untuk menunaikan sholat id, mandi untuk sholat jum’at, mandi setelah memandikan mayat, mandi untuk ihrom umroh dan haji dan lain-lain. Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana tata cara mandi junub sesuai Rosululloh?


TATA CARA MANDI JUNUB SESUAI ROSULULLOH

Berkaitan dengan mandi junub, terdapat dua hadis pokok yang bisa kita jadikan sebagai acuan. Dua hadis ini berasal dari dua istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aisyah dan Maimunah radhiallahu ‘anhuma.

Hadis Pertama: hadis Aisyah radhiallahu ‘anha,
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ
Dari Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh badannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Kedua:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ
Dari Ibnu Abbas, bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu beliau menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Selanjutnya, beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian berdasarkan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa tata cara mandi junub adalah sebagai berikut;

1.  Niat dalam hati.
2.  Mencucui telapak tangan terlebih dahulu 3 kali.
3.  Mencuci kemaluan dengan tangan kiri.
4.  Membersihkan tangan kiri dengan cara menggosokkan tangan tersebut ke tanah lalu mencucinya atau mencuci tangan kiri dengan air dan sabun.
5.  Berwudhu secara sempurna sebagaimana berwudhu ketika hendak sholat atau boleh juga berwudhu dengan membasuh kaki di akhir rangkaian mandi.
6.  Menyela-nyela rambut secara merata dan menyiram kepalanya 3 kali. Ketika menyiram kepala, hendaklah dimulai dari kepala bagian kanan, kemudian kiri setelah itu tengah.
7.  Meratakan air ke seluruh tubuh. Ketika menyiram air ke tubuh hendaknya dimulai dari tubuh bagian kanan, kemudian bagian kiri.  
8.  Bergeser dari tempat semula, lalu membasuh kedua kaki.

Demikianlah tata cara mandi junub sesuai dengan Rosululloh. Semoga kita dapat memahaminya dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin..


Materi Terkait:

Manfaat Luar Biasa MIZAR


Artikel Terkait

Previous
Next Post »