Do’a adalah bagian dari ibadah. Ia memiliki kedudukan yang sangat penting
di dalam Islam. Hampir seluruh sendi kehidupan telah diajarkan do’a-do’a untuk
diamalkan di dalamnya. Berdo’a merupakan bentuk penghambaan diri kepada Alloh Subhanahu
Wa Ta’ala. Enggan untuk berdo’a adalah kesombongan, pelakunya terancam neraka
jahannam. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ
أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ
جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu
berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk
neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir: 60)
Berikut
adalah beberapa do’a-do’a harian yang kami ringkas dari kitab Hisnul Muslim.
Semoga bermanfaat.
1. DOA BANGUN TIDUR
(( اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ ))
“Segala puji bagi
Alloh, yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan hanya kepada-Nya kami
akan dibangkitkan.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113 dan Muslim
4/2083)
2. DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN
(( اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ
كَسَانِيْ هَذَا )الثَّوْبَ(
وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ ))
“Segala puji bagi
Alloh yang memberi [pakaian] ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya
dan kekuatan dariku.” (HR. Ashhabus
Sunan, kecuali an-Nasa’i, lihat kitab Irwa’ul Ghalil 7/47)
3.
DOA MENGENAKAN PAKAIAN BARU
((
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ
شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ ))
“Ya
Alloh, hanya milik-Mu segala pujian, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang
ia diciptakan karenanya. Aku berlindung
kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Baghawi
dan lihat Mukhtashor Syamaail at-Tirmidzi, oleh al-Albani, halaman 47)
4. DOA BAGI ORANG YANG
MENGENAKAN PAKAIAN BARU
(( اِلْبَسْ
جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا ))
“Pakailah pakaian baru tersebut, hiduplah dengan terpuji dan
matilah dalam keadaan syahid).” (HR. Ibnu Majah 2/1178, al-Baghowi 12/41 dan
lihat Shohih Ibnu Majah 2/275 )
5. DOA MENANGGALKAN PAKAIAN
(( بِسْمِ اللهِ ))
“Dengan nama Alloh.” (HR. at-Tirmidzi 2/505
dan Imam yang lain. Lihat Irwa’ul Ghalil, no. 49 dan Shohih al- Jaami’
3/203)
6.
DOA MASUK WC
((] بِسْمِ اللهِ [
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ ))
[“Dengan
nama Alloh.”]. “Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan
setan laki-laki dan perempuan.” (HR.
al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada
permulaan hadits, menurut riwayat Sa’id bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244
)
7.
DOA KELUAR WC
(( غُفْرَانَكَ ))
“Ya Alloh,
ampunilah aku.” (HR. Ashhabus Sunan, kecuali an-Nasa’i yang meriwayat-kan
dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad 2/387 )
8.
DOA SEBELUM WUDHU
(( بِسْمِ اللهِ ))
“Dengan nama Alloh.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad.
Lihat Irwa’ul Ghalil 1/122)
9.
DOA SETELAH WUDHU
(( أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ
إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ ))
“Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesem-bahan
yang benar selain Alloh, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi,
bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. Muslim 1/209)
(( اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي
مِنَ الْمُتَطَهِّرْيْنَ ))
“Ya Alloh, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, dan
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR.
at-Tirmidzi 1/78, dan lihat Shohih at-Tirmidzi 1/18)
10. DOA
KELUAR RUMAH
(( بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ،
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ))
“Dengan nama Alloh. Aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan
Alloh.” (HR. Abu Dawud 4/325, at-Tirmidzi 5/490 dan lihat Shohih
at-Tirmidzi 3/151)
11. DOA MASUK
RUMAH
(( بِسْمِ اللهِ
وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا
تَوَكَّلْنَا ))
“Dengan
nama Alloh, kami masuk (ke rumah), dengan nama Alloh, kami keluar (darinya) dan
hanya kepada Alloh Robb kami, kami bertawakkal.”, kemudian mengucapkan salam
kepada penghuni rumah. (HR. Abu Dawud 4/325, dan al-‘Allamah Ibnu Baaz
berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, no. 28.
Dalam Kitab Shohih: “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada
Alloh ketika masuk rumah dan makan, syaitan berkata, “Tiada tempat tinggal dan
makanan bagi kalian (malam ini)”.” Muslim,
no. 2018)