Kamis, 25 April 2013

Perintah masuk Islam secara Kaffah dan larangan mengikuti langkah Setan

Seorang muslim harus menerpakan Islam dengan sungguh-sungguh dalam seluruh aspek kehidupanya, dan berusaha memasuki Islam secara kaffah (keseluruhan). Ia harus berfikir Islami, berkeluarga Islami, bermasyarakat Islami dan seluruh aspek kehidupannya pun harus Islami. Tidak mencampur kehidupannya dengan hal-hal yang tidak Islami, dan tidak mengkhianati keislamannya, baik di hadapan makhluk atau di hadapan al-Khaliq yang jauh dari penglihatan makhluk-makhluk-Nya

Alloh berfirman:
 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Tafsir:
Alloh memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya untuk berpegang kepada seluruh tali Islam dan syari’at-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya semampu mungkin. Al-‘Aufi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Thawus, adh-Dhahhak, ‘Ikrimah, Qotadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid, tentang firman Alloh “Masuklah ke dalam Islam” mereka mengatakan, “Yaitu Islam”

Adapun firman-Nya, kaaffatan, Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Abul ‘Aliyah, ‘Ikrimah, ar-Rabi’ bin Anas, as-Suddi, Muqotil bin Hayyan, Qotadah, dan adh-Dhahak mengatakan, “Yakni jamii’an (keseluruhan)”

Mujahid mengatakan: “Yaitu kerjakanlah seluruh bentuk amal kebajikan.” Khususnya bagi orang yang beriman dari kalangan Ahlul Kitab.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abi Hatim dari Ibnu Abbas , “Hai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan,” demikian ia membacanya, yakni dengan manshub (difat-hah). Yaitu orang yang beriman dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Karena dengan keimanan mereka kepada Alloh berarti mereka telah berpegang kepada sebagian Taurat dan syari’at yang diturunkan kepada mereka.
Maka Alloh berfirman, “Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.”

Alloh berfirman, “Masuklah ke dalam syari’at agama Muhammad dan jangan kalian tinggalkan sesuatu pun darinya, dan cukuplah bagi kalian keimanan kepada Taurat dan apa yang terkandung di dalamnya.”

Sedangkan firman-Nya “Dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaithon.” Laksanakanlah seluruh amal ketaatan dan jauhi apa yang diperintahkan syaithon kepada kalian.

Karena, (sebagaimana firman Alloh ) di banyak ayat al-Qur’an yang menerangkan kejahatan syaithon: Di antara kejahatan Setan adalah:

  1. Menebar permusuhan dan kebencian antar manusia.  Termasuk tipu daya setan adalah menebarkan permusuhan dan kebencian antar sesama manusia. Oleh kerena itu kita diperintahkan untuk bertutur kata yang baik dan sopan kepada saudara-saudara kita.     Alloh berfriman; “Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Isra: 53)                                  Hadits Rasululloh  : عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهُ صَلَّي الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْلِيَصْمُتْ “Barang siapa beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam”                                                                                                     Alloh mengutip perkataan Yusuf yang telah menjadi korban kejahatan saudara-saudaranya. Setan telah menghasung saudara-saudara Yusuf untuk berbuat aniaya kepadanya. Yusuf berkata: “Setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Yusuf: 100) Hadits Nabi : إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّوْنَ فِي جَزِيرَةِ العَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ “Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh orang yang shalat di Jazirah Arab, namun (ia tidak demikian) dalam mengadu domba antara mereka.” (HR. Muslim) 
  2. Menjerumuskan kepada kekafiran dan kesyirikan Alloh berfirman: “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. Al-Hasyr [59]: 16) 
  3. Senantiasa menyuruh kepada kemaksiatan dan perbuatan keji. Alloh berfirman: “Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 169)      Alloh berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar…” (QS. An-Nur [24]: 21)
  4. Menceraikan antara suami dan istrinya.  Rasululloh bersabda: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian ia menyebar tentara-tentaranya. Maka yang paling dekat kedudukannya di sisi Iblis adalah yang paling besar fitnah (godaan)nya. salah seorang dari tentaranya datang lalu memberi laporan, “Aku telah membuat begini dan begini.”. Iblis berkata, “Engkau belum berbuat sesuatu”. Kemudian salah seorang tentaranya datang seraya melaporkan, “Saya tidak tinggalkan si Fulan hingga saya ceraikan antara ia dan istrinya.” Maka Iblis mendekatkan anak buahnya itu seraya berkata, “Engkau Hebat.”. Al-A’masy (perawi) berkata, “Saya menduga Sufyan (tabi’in) berkata, “Lalu Iblis memeluknya.” (HR. Muslim) 
  5. Menanamkan keragu-raguan tentang Alloh .  Nabi bersabda: “Setan akan mendatangi salah seorang dari kalian lalu berkata, “Siapakah yang menciptakan ini, dan siapakah yang menciptakan ini.”, hingga ia bertanya, “Lalu siapa yang menciptakan Rabbmu?” Oleh karena itu, apabila setan telah sampai pada pertanyaan seperti ini maka hendaknya orang itu berlindung kepada Alloh (dari bisikan setan) dan berhenti.” (HR. Muslim) 
  6. Menyeru kepada Neraka.    Dan juga firman Alloh : “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. Faatir [35]: 6)       Oleh karena itu Alloh berfirman: “Sesungguhnya syaithon itu musuh yang nyata bagi kalian”

1 komentar: