Selasa, 25 Juni 2013

Kumpulan Hadits Dhoif Seputar Romadhan


Artikel ini diambil dari blogg Media Belajar Dinul Islam yang diposkan oleh Abu Umair di 00.48

Datangnya bulan Romadhan merupakan suatu kemuliaan tersendiri bagi umat Nabi Muhammad saw yang beriman. Karen tamu mulia ini hadir dengan membawa banyak hadiah dan bibgkisan iman yang akan diserahkan kepada jiwa-jiwa yang beriman dan mengharap pahala di sisi Allah SWT.
Di sisi lain tersebarnya ungkapan-ungkapan yang disebut sebagai hadits Nabi saw yang menjelaskan tentang keutamaan bulan Romadhan dan puasanya, pada hal itu bukan dari sabda Nabi saw. Oleh karena itu, berikut ini saya kumpulkan beberapa hadits yang marak dan tersebar di tengah-tengah masyarakat tapi pada hakikatnya hadits tersebut lemah dan bahkan palsu.
Hadits ke 1:
)صوموا تصحوا(

“Berpuasalah niscaya kalian akan sehat”. Derajatnya lemah, meskipun dari sisi maknanya benar.
Didhoifkan oleh syaikh al-Albani dan kitabnya “Dhoif al-Jami’ ash-Shoghir”.
Hadits ke 2:
)أول شهر رمضان رحمة ، وأوسطه مغفرة ، وأخره عتق من النار )

“Awal bulan Romadhan rahmat, pertengahannya ampunan dan penghujungnya kebebasan dari neraka.”
Ibnu Khuzaimah memberi isyarah akan lemahnya hadits ini. Syaikh al-Albani mengatakan: Hadits ini munkar.
Hadits ke 3:
)إن للصائم عند فطره دعوة لا ترد(

Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka ada doa yang tidak ditolak.”
Imam Ibnu Qaiyyim rh melemahkan hadits tersebut. Syaikh Al-Albani bertutur: Sanad hadits ini lemah. Dan cukuplah hadits Nabi saw yang shahih:”Tiga orang yang doanya tidak ditolak, doa orang tua, doa yang sedang berpuasa dan doa orang yang sedang safar.” (HR. Ahmad dan yang lainnya). Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban

Hadits ke 4:
)لا تقولوا رمضان، فإن رمضان اسم من أسماء الله تعالى، ولكن قولوا: شهر رمضان )
Artinya: “Jangan kalian sebut Romadhan, karena sesungguhnya Romadhan adalah salah satu dari nama Allah taa’la, tetapi katakan bulan romadhan.”
Hadits ini palsu.
Hadits ke 5:
)صائم رمضان في السفر كالمفطر في الحضر(

Artinya: “Orang yang puasa pada saat safar seperti orang berbuka pada saat bermukim.”
Hadits ini lemah, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh al-Albani dalam “Dhoif al-Jami’ ash-Shoghir”.
Hadits ke 6:
نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، وعمله مضاعف ، ودعاؤه مستجاب ، وذنبه مغفور(

Artinya: “Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, diamnya dalah tasbih, amalannya dilipatgandakan, doanya diterima dan dosanya diampuni.”
Hadits ini lemah, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh al-Albani dalam “Dhoif al-Jami’ ash-Shoghir”.
Hadits ke 7:
)من أدرك رمضان وعليه من رمضان شيء لم يقضه، فإنه لا يقبل منه حتى يصومه(
Artinya: Barangsiapa menemui bulan romadhan sedang dia masih memiliki utang puasa romadhan yang belum diqadha, maka sesungguhnya tidak diterima darinya sampai dia mengqadhanya.”
Hadits ini lemah, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh al-Albani dalam “Dhoif al-Jami’ ash-Shoghir”.
Hadits ke 8:
( من أفطر يوماً من رمضان من غير رخصة ، ولا مرض ، لم يقضِ عنه صوم الدهر كله وإن صامه(
Artinya: ‘Barangsiapa berbuka satu hari pada bulan romadhan tanpa ada keringanan dan tidak pula sakit, niscaya puasanya tidak bisa terganti meskipun ia pusa selama setahun.”
Hadits ini lemah, sebagaimana dinyatakan oleh syaikh al-Albani dalam “Dhoif at-Tirmidzi”.
Inilah diantara hadits-hadits yang tersebar di tengah-tengah masyarakat yang pada hakikatnya derajat haditsnya lemah dantidak bisa dijadikan sebagai standar dalil. Wallahu A’lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar