TIADA YANG MENGAJARIKU SHALAT MALAM KECUALI ANAKU SENDIRI

Mei 20, 2014
Salah seorang Salafush Shalih mengatakan “Tiada yang mengajariku shalat malam, kecuali anakku sendiri. Pada suatu hari ia membaca ayat:
يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١)قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢)
“Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya).” (QS. Al Muzammil: 1-2)

Lalu anaknya berkata, “Wahai ayah, apa arti “Bagun di malam hari?” Aku jawab, “Wahai anakku, artinya hendaknya seorang hamba shalat pada malam hari.” Ia bertanya, “Wahai ayah, mengapa aku lihat ayah tidak bangun malam?” Aku jawab, “Ayat ini adalah khusus untuk Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam”. Ketika anak itu membaca ayat:
كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (١٧)
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.” (QS. Adz-Dzariyat: 17) Ia berkata, “Wahai ayah, siapakah mereka itu?” Hamba-hamba Alloh yang beriman. Jawabku. Ia bertanya lagi, “Mengapa aku lihat ayah tidak bangun malam?” Aku jawab, “Aku akan bangun malam semenjak malam ini, wahai anakku.”

Ia berkata, “Wahai ayah, bangunkan aku bila ayah bangun, agar aku bisa shalat bersama ayah.” Aku Jawab, “Nak, kamu masih kecil, kamu belum diwajibkan beribadah, tidur sajalah agar kamu bisa beristirahat.

Ia berkata, “Wahai ayah, bagaimana pendapat ayah bila aku dibangkitkan Alloh pada hari Kiamat dan Dia bertanya kepadaku, ‘Mengapa kamu tidak bangun malam?’ Aku akan menjawab bahwa Ayahku berkata, ‘Tidur sajalah.’

Laki-laki itu menangis lalu berkata, ‘Wahai anakku, bangun malamlah.”

Beginilah seharusnya kita mengajari anak-anak kita untuk bangun malam, hendaknya kita mendidik mereka untuk hal itu. Pada hari ini banyak di antara kita yang tidak bisa shalat subuh, sebab ia didik di rumah yang tidak didirikan shalat di dalamnya, atau seluruh anggota keluarga menunaikan shalat, tetapi ia tidak dibangunkan. Jikapun bangun, ia tidak menunaikannya di masjid.

Oleh karena itu, seyogyanya kita membiasakan istri dan anak-anak kita bangun malam untuk menunaikan shalat. Bahkan seharusnya Anda dan istri bergantian, sesekali Anda yang membangunkan dan di lain waktu istri yang membagungkan Anda. Anda berdua juga bisa saling menghukum bila salah satu tidak bangun.



Oleh: Anas Abdillah Al Cilacapi
Disalin dari buku “Powerful Ramadhan”





Artikel Terkait

Previous
Next Post »