Amalan Ringan Pengantar Ke Surga; "Menebar Salam"

Desember 07, 2015

                Di antara ajaran Islam dalam hal muamalah adalah mengucapkan salam ketika bertemu dengan saudara muslim yang lainnya. Inilah tegur sapa yang dituntunkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam untuk ummatnya. Satu bentuk tegur sapa yang sangat indah mengandung do’a kebaikan untuk mereka yang mengerjakannya.
                Yang dimaksud dengan salam adalah ucapan penghormatan yang disyari’atkan oleh Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam untuk semua ummatnya. Arti salam adalah do’a keselamatan dari segala bencana. Jika Anda katakana kepada seseorang السَّلَامُ عَلَيْكَ (semoga kesejahteraan atas engkau), maka dengan ucapan demikian itu Anda telah medo’akannya agar kiranya Alloh menyelamatkannya dari segala bencana, menyelamatkannya dari penyakit, menyelamatkannya dari gila, menyelamatkannya dari kejahatan manusia lain, menyelamatkannya dari berbagai kemaksiatan dan penyakit hati, menyelamatkannya dari api Neraka. Itulah lafazh yang bersifat umum. Artinya adalah do’a untuk seorang muslim agar dia selamat dari berbagai bencana.
                Berikut adalah beberapa fadhilah mengucapkan salam:
1) Bahwasanya salam adalah satu di antara sunnah-sunnah para Rosul dan para Malaikat.
Alloh Ta’ala berfirman:
إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ
“(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: Salaamun. Ibrahim menjawab: Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” (QS. Adz-Dzariyat: 25) Mereka adalah para Malaikat yang datang kepada Nabi Ibrohim ‘Aalayhissalam.
2) Mengucapkan salam adalah salah satu di antara tujuh hal yang diperintahkan oleh Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam.
                Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa salam bersabda:
وَعَنْ أَبِي عُمَارَةَ البَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنه قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وِسَلَّمَ بِسَبْعٍ: بِعِيَادَةٍ الْمَرِضِ، وَاتِّبَاعِ الجَنَائِزِ، وَتَشْمِيتِ العَاطِسِ، وَنَصْرِ الضَّعِيْفِ، وَعَوْنِ المَظْلُومِ، وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ، وَإِبْرَارِ المُقْسِمِ
“Dari Abu Umarah Al Bara’ bin Azib radhiyallohu ‘anhuma ia berkata, “Kita diperintahkan melakukan tujuh hal oleh Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam: Membesuk orang sakit, mengiring jenazah, mendo’akan orang bersin, menolong orang lemah, melindungi orang yang dizhalimi, menyebarkan salam dan membebaskan orang yang bersumpah’.” (Muttafaqun ‘alayhi)
3) Salam adalah salah satu ajaran Islam yang paling baik dan kedudukannya disamakan dengan orang yang memberi makan kepada orang lain.

                Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
“Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallohu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)
4) Menebarkan salam adalah sarana untuk menumbuhkan rasa saling cinta di antara dua orang atau lebih dan sarana untuk masuk Surga
                Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
“Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)
                Dalam hadits yang lain beliau shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda:
وَعَنْ أَبِي يُوْسُفَ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: أَيُّهَاالنَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلَامِ
“Dari Abu Yusuf Abdulloh bin Salam radhiyallohu ‘anhu ia berkata, ‘Aku telah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambungkan tali silaturahim dan tunaikan sholat ketika semua orang tidur malam, kalian akan masuk surga dengan sejahtera’.” (HR. At-Tirmidzi, hadits ini hasan shohih)
                Dalam haditsnya, Ath-Thufail bin Ubay bin Ka’ab menyebutkan kisah kebersamaannya dengan Abdulloh bin Umar radhiyallohu ‘anhuma. Pada suatu hari Abdulloh bin Umar meminta Ath-Thufail agar mengikutinya untuk pergi ke pasar. Abdulloh bin Umar mengucapkan salam kepada setiap orang: kepada para penjual dalam toko, kepada orang yang berlalu di dekatnya, baik yang ia kenal atau yang tidak dikenal. Suatu hari Ath-Thufail mendatanginya, lalu Abdulloh bin Umar berkata kepadanya, “Mari pergi bersamaku ke pasar.” Maka ia berkata kepadanya, “Apa yang engkau lakukan di pasar? Sedangkan engkau tidak membeli apa-apa, tidak menjual apa-apa, duduklah bersama kami untuk berbincang-bincang.” Maka ia (Abdulloh bin Umar) berkata, “Aku pergi ke pasar tiada lain demi salam kepada semua orang. Karena, semua manusia mengucapkan salam, menyebarkan dan memunculkannya. Maka, yang demikian itu akan menjadi sebab masuk Surga, sebagaimana disebutkan pada hadits di atas.
                Sebagai seorang muslim/muslimah tentunya kita harus respeck terhadap sunnah Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam ini. Dan tidak mungkin mengganti dengan ucapan-ucapan yang lain seperti; selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam dan ucapan-ucapan lainnya. Sebab apa yang datang dari Alloh dan Rosul-Nya pasti lebih baik daripada selainnya. Serta harus diingat bahwa dengan membiasakan mengucapkan salam kepada saudara semuslim adalah salah satu bentuk ittiba’ (pengikutan) kita kepada Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam. Dengan begitu kita akan mendapat keutamaan yang sangat besar sekali berupa kecintaan dan ampunan dari Alloh. Alloh Ta’ala berfirman:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imron: 31)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »