DO’A-DO’A HARIAN HISNUL MUSLIM

September 17, 2016
 Do’a adalah bagian dari ibadah. Ia memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam Islam. Hampir seluruh sendi kehidupan telah diajarkan do’a-do’a untuk diamalkan di dalamnya. Berdo’a merupakan bentuk penghambaan diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Enggan untuk berdo’a adalah kesombongan, pelakunya terancam neraka jahannam. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina" (QS. Ghafir: 60)
            Berikut adalah beberapa do’a-do’a harian yang kami ringkas dari kitab Hisnul Muslim. Semoga bermanfaat.
1.    DOA BANGUN TIDUR
(( اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ ))
“Segala puji bagi Alloh, yang membangunkan kami setelah ditidurkan-Nya dan hanya kepada-Nya kami akan dibangkitkan.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113 dan Muslim 4/2083)

2.    DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN
(( اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا )الثَّوْبَ( وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ ))
“Segala puji bagi Alloh yang memberi [pakaian] ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku.” (HR.  Ashhabus Sunan, kecuali an-Nasa’i, lihat kitab Irwa’ul Ghalil  7/47)

3.    DOA MENGENAKAN PAKAIAN BARU
(( اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ ))
Ya Alloh, hanya milik-Mu segala pujian, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Baghawi dan lihat Mukhtashor Syamaail at-Tirmidzi, oleh al-Albani, halaman 47)

4.    DOA BAGI ORANG YANG MENGENAKAN PAKAIAN BARU
(( اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا ))
“Pakailah pakaian baru tersebut, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid).” (HR. Ibnu Majah 2/1178, al-Baghowi 12/41 dan lihat Shohih Ibnu Majah 2/275 )

5.    DOA MENANGGALKAN PAKAIAN
(( بِسْمِ اللهِ ))
“Dengan nama Alloh.” (HR. at-Tirmidzi 2/505 dan Imam yang lain. Lihat Irwa’ul Ghalil, no. 49 dan Shohih al- Jaami’   3/203)

6.    DOA MASUK WC
((]  بِسْمِ اللهِ [ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ ))
[“Dengan nama Alloh.”]. “Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan.” (HR.  al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Sa’id bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244 )

7.    DOA KELUAR WC

(( غُفْرَانَكَ ))
“Ya Alloh, ampunilah aku.” (HR. Ashhabus Sunan, kecuali an-Nasa’i yang meriwayat-kan dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad  2/387 )

8.    DOA SEBELUM WUDHU
(( بِسْمِ اللهِ ))
“Dengan nama Alloh.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/122)

9.    DOA SETELAH WUDHU

(( أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ))
“Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesem-bahan yang benar selain Alloh, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.(HR. Muslim 1/209)
(( اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرْيْنَ ))
“Ya Alloh, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.(HR. at-Tirmidzi 1/78, dan lihat Shohih at-Tirmidzi 1/18)


10.  DOA KELUAR RUMAH

(( بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ))
“Dengan nama Alloh. Aku bertawakkal kepada-Nya, tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Alloh.” (HR. Abu Dawud 4/325, at-Tirmidzi 5/490 dan lihat Shohih at-Tirmidzi 3/151)

11.  DOA MASUK RUMAH
(( بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ))
“Dengan nama Alloh, kami masuk (ke rumah), dengan nama Alloh, kami keluar (darinya) dan hanya kepada Alloh Robb kami, kami bertawakkal.”, kemudian mengucapkan salam kepada penghuni rumah. (HR. Abu Dawud 4/325, dan al-‘Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, no. 28. Dalam Kitab Shohih: “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada Alloh ketika masuk rumah dan makan, syaitan berkata, “Tiada tempat tinggal dan makanan bagi kalian (malam ini).” Muslim, no. 2018)

12.  DOA PERGI KE MASJID
(( اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا، وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فيْ نَفْسِيْ نُوْرًا، وَأَعْظِمْ لِيْ نُوْرًا، وَعَظِّمْ لِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْنِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا، وَاجْعَلْ فِيْ عَصَبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لَحْمِيْ نُوْرًا، وَفِيْ دَمِيْ نُوْرًا، وَفِيْ شَعْرِيْ نُوْرًا، وَفِيْ بَشَرِيْ نُوْرًا.  ]اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ نُوْرًا فِيْ قَبْرِي  …وَنُوْرًا فِيْ عِظَامِيْ  ] وَزِدْنِيْ نُوْرًا، وَزِدْنِيْ نُوْرًا، وَزِدْنِيْ نُوْرًا[    ]  وَهَبْ لِيْ نُوْرًا عَلَى نُوْرٍ [ ))
“Ya Alloh ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari bela-kangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Alloh, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku dan cahaya di kulitku” (Hal ini semuanya disebutkan dalam al-Bukhari 11/116 no. 6316 dan Muslim 1/526, 529, 530, no. 763).  [“Ya Alloh, ciptakanlah cahaya untukku dalam kuburku… dan cahaya dalam tulangku” (HR. at-Tirmidzi no. 3419, 5/483), [“Tambahkanlah cahaya untukku, tambahkan-lah cahaya untukku, tambahkanlah cahaya untukku”] (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 695, hal. 258. Al-Albani menyatakan isnadnya shohih, dalam Shohih al-Adab al-Mufrad, no. 536), [“dan karunia-kanlah bagiku cahaya di atas cahaya”] (Disebutkan Ibnu Hajar dalam Fathul Baari, dengan menisbatkannya kepada Ibnu Abi ‘Ashim dalam kitab ad-Du’a. Lihat Fathul Baari 11/118. Katanya: “Dari berbagai macam riwayat, maka terkumpullah sebanyak dua puluh lima pekerti.”)

13.  DOA MASUK MASJID
(( أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،))
 Aku berlindung kepada Alloh Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari godaan setan yang terkutuk. (HR. Abu Dawud, lihat Shohih al-Jaamino. 4591).
(( [ بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ[ ]وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ]، اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ ))
 [Dengan nama Alloh, semoga sholawat] (HR. Ibnu as-Sunni no. 88, dinyatakan al-Albani “hasan” )  [dan salam tercurahkan kepada Rosululloh] (HR. Abu Dawud, lihat Shohih al-Jaami1/528). Ya Alloh, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.” (HR. Muslim 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah radhiyallohu ‘anha “Allohummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik”, al-Albani menshohihkannya karena beberapa syahid (riwayat pendukung). Lihat Shohih Ibnu Majah 1/128-129)

14.  DOA KELUAR MASJID

(( بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ))
“Dengan nama Alloh, semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Rosululloh. Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Alloh, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk.” (Ibid 13. Sedangkan penambahan Allohumma’shimnii minasyaitonir-rojim dikeluarkan oleh Ibnu Majah)

15.  DOA KETIKA MENDENGARKAN ADZAN 
Mengucapkan apa yang diucapkan Mu’adz-dzin. Kecuali kalimat: ) (حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ dan (حَيَّ عَلىَ الْفَلاَحِ) , maka mengucapkan:
((لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ))
“Tidaklah ada daya dan kekuatan melain-kan pertolongan dari Alloh.” (HR. al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288)
Kemudian membaca do'a:
(( اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ  ]إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ[ ))
“Ya Alloh, Robb Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan sholat (wajib) yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam) dan fadhilah (keutamaan) kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan [sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji]”. (HR. al-Bukhari 1/152. Untuk kalimat: Innaka laatukhliful mii’aad, menurut riwayat al-Baihaqi 1/410, al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, hal. 38)

16.  MEMBACA SHOLAWAT NABI  SETELAH TASYAHUD

(( اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ))

“Ya Alloh, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberi rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Alloh, berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. al-Bukhori dalam Fathul Baari  6/408)

17.  BACAAN SEBELUM TIDUR

a.     Menghimpun kedua telapak tangan dengan posisi tengadah, dan meniupnya sambil membaca  surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas. Kemudian mengusap-kannya kebagian tubuh yang dapat di-jangkau dengan tangannya, mulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan, dilakukan 3X. (HR. al-Bukhari 9/62 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/1723)
b.     Membaca ayat Kursi (QS. al-Baqarah [2]: 255). (HR. al-Bukhari dengan Fathul Baari  4/487)
c.     Membaca doa lain,
(( بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا ))
“Dengan nama-Mu, ya Alloh, aku mati dan hidup.” (HR. al-Bukhari 11/113 dengan Fathul Baari dan Muslim 4/2083)

18.  DOA APABILA MEMBALIKAN TUBUH KETIKA TIDUR MALAM

(( لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ ))
“Tiada sesembahan yang benar melainkan Alloh Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Robb yang menguasai langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”
Beliau membaca do’a ini ketika berbalik dari satu sisi ke sisi lain pada malam hari. (HR. al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits di atas adalah shohih, Imam adz-Dzahabi setuju pendapatnya 1/540 dan an-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, serta Ibnus Sunni. Lihat juga Shohih al- Jaami4/231)

19.  DOA AGAR BISA MELUNASI HUTANG
(( اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ ))
“Ya Alloh, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak minta) kepada selain-Mu.” (HR. at-Tirmidzi 5/560 dan lihat kitab Shohihut Tirmidzi  3/180)


20.  DOA MENJENGUK KEPADA ORANG SAKIT

(( لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ ))
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Alloh.” (HR. al-Bukhari dengan Fathul Baari  10/ 118)

(( أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ ))
“Aku mohon kepada Alloh Yang Maha Agung, Robb yang menguasai ‘Arsy yang agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” Dibaca 7 X  
“Tidaklah seorang hamba Muslim mengun-jungi orang sakit yang belum datang ajal-nya, lalu membaca sebanyak tujuh kali: … (Al-Hadits) … kecuali ia pasti disembuh-kan. (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud dan lihat Shohih at-Tirmidzi  2/210 dan Shohih al-Jaami 5/180)

21.  DOA ORANG YANG TERTIMPA MUSIBAH
(( إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا ))
“Sesungguhnya kami milik Alloh dan kepada-Nya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Alloh, berilah aku pahala pada musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).” (HR. Muslim 2/632)


22.  DOA TAKZIYAH (BELASUNGKAWA)
(( إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ))
“Sesungguhnya hak Alloh adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah ridho Alloh.” (HR. al-Bukhari 2/80 dan Muslim 2/636)

23.  DOA MENZIARAHI KUBUR
(( السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ [ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ ] أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ ))
“Semoga kesejahteraan tercurahkan atas kalian, wahai penghuni kubur dari orang-orang Mukmin dan Muslim. Sesungguhnya kami –insya Alloh– akan menyusul kalian [semoga Alloh merahmati para pendahulu dari kami dan yang akan menyusul], saya mohon kepada Alloh untuk kita dan kalian, agar diberi keselamatan. (HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafazh hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494, sedangkan doa yang ada di antara dua kurung, dari hadits ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha menurut riwayat Muslim, 2/671)

24.  DOA KETIKA ADA HALILINTAR
(( سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ ))
“Maha Suci Alloh yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.” (al-Muwaththa /2/992. Al-Albani berkata: Hadits di atas mauquf yang shohih sanadnya)

25.  DOA APABILA HUJAN TURUN
(( اَللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعًا ))
“Ya Alloh, turunkanlah hujan yang berman-faat.” (HR. al-Bukhari dengan Fathul Baari  2/518)

26.  DOA SETELAH TURUN HUJAN

(( مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ ))
“Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Alloh.” (HR. al-Bukhari 1/205 dan Muslim 1/83)

27.  DOA BERBUKA BAGI ORANG YANG BERPUASA
(( ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ ))
    “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Alloh.” (HR. Abu Dawud 2/306, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lihat Shohih al-Jaami’  4/209)

28.  DOA SEBELUM MAKAN
Membaca:
(( بِسْمِ اللهِ ))
Apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca:
(( بِسْمِ اللهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ ))
“Dengan nama Alloh, di awal dan di akhir (makan).” (HR. Abu Dawud 3/347 dan at-Tirmidzi 4/288. Lihat Shohih at-Tirmidzi  2/168)

29.  DOA  SETELAH MAKAN
(( الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ ))
“Segala puji bagi Alloh yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki ke-padaku tanpa daya dan kekuatanku.” (HR. Ashhabus Sunan, kecuali an-Nasa’i dan lihat Shohih at-Tirmidzi  3/159)

30.  DOA KETIKA BERSIN
Yang bersin membaca:
(( الْحَمْدُ لِلَّهِ ))
“Segala puji bagi Alloh.”
Yang mendengar bersin mendoakannya:
(( يَرْحَمُكَ اللهُ ))
Semoga Alloh memberi rahmat kepada-Mu.”
Yang bersin kemudian membalasnya dengan doa:
(( يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ))
“Semoga Alloh memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian.” (HR. al-Bukhari 7/125)

31.  DOA PENUTUP MAJELIS
(( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ))
“Maha Suci Engkau, ya Alloh, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Ashhabus Sunan  dan lihat Shohih at-Tirmidzi  3/153)
Dari ‘Aisyah radhiyallohu ‘anha, dia berkata: “Setiap Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam  duduk di suatu tempat, setiap membaca al-Qur’an dan setiap melakukan sholat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat.” ‘Aisyah shollallohu ‘alayhi wa sallam berkata: Aku berkata: “Wahai Rosululloh! Aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis, membaca al-Qur’an atau melakukan sholat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu.” (HR. an-Nasa’i dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, halaman. 308. Imam Ahmad 6/77. Dr. Faruq Hamadah menyatakan, hadits tersebut shohih dalam Tahqiq ‘Amalul Yaum wal Lailah, karya an-Nasa’i hal. 273)

32.  DOA UNTUK ORANG YANG MENG-ATAKAN: BAARAKOLLOHU FIIKA
(( وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ ))
Semoga Alloh juga melimpahkan keber-kahan kepadamu.” (HR. Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat al-Waabilush Shayyib Iibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun)

33.  DOA NAIK KENDARAAN
(( بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ ﴿ سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ ﴾ الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ ))
“Dengan nama Alloh, segala puji bagi Alloh, Maha Suci Robb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Robb kami (di hari Kiamat). Segala puji bagi Alloh (3x), Maha Suci Engkau, ya Alloh. Sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud 3/34,  at-Tirmidzi 5/501 dan lihat Shohih at-Tirmidzi  3/156)

34.  DOA MASUK PASAR
(( لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ))
“Tidak ada sesembahan yang benar selain Alloh, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Kepunyaan-Nyalah kerajaan dan pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan Yang Me-matikan. Dialah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (HR. at-Tirmidzi 5/291, al-Hakim 1/538 dan al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shohih Ibnu Majah  2/21 dan Shohih at-Tirmidzi  2/152)

35.  DO’A UNTUK KEDUA ORANG TUA
اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
"Ya Alloh ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil".

36.  DOA AGAR TERHINDAR DARI SYIRIK
(( اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ ))
“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, agar tidak menyekutukan-Mu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun kepada-Mu terhadap apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad 4/403 dan imam yang lain, lihat Shohih al- Jaami  3/233 dan Shohihut Targhrib wat Tarhib  karya  al-Albani 1/19 )

37.  DO’A MINTA TAMBAHAN ILMU
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu” (QS. Thaha: 114).
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)

38.  DO’A SAYYIDUL ISTIGHFAR
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. (HR. Bukhori)

39.  DO’A-DO’A DARI AL QUR’AN

1.        Doa mohon ampunan dan rahmat Allah
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik” (QS. Al Mu’minun: 109).
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
“Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik” (QS. Al Mu’minun: 118).
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Imran: 147).
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Al Baqarah: 286).
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 23).

2.        Doa agar tergolong orang-orang beriman

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. an jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy Syu’ara: 83-85).

3.        Doa agar diberikan keturunan yang shalih
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al Anbiya: 89).
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Ash Shaffat: 100).
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Al Imran: 38).
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

4.        Doa mohon ampunan bagi kedua orang tua dan kaum mukminin
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim: 41).
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Hasyr: 10).

5.        Doa mohon ketetapan bagi diri dan keluarga dalam mendirikan shalat
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

6.        Doa berlindung dari orang yang zhalim
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim” (QS. Al Qashash: 21).

7.        Doa agar diterima amal ibadah dan taubat
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al Baqarah: 127 dan 128).

8.        Doa agar bisa bertawakkal hanya kepada Allah
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
“Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali” (QS. Al Mumtahanah: 4).

9.        Doa berlindung dari keburukan orang-orang kafir
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Mumtahanah: 5).

10.    Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201).

     11.  Doa agar dijadikan hamba yang bersyukur
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh” (QS. An Naml: 19).

12.  Doa berlindung dari setan
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ  وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan n aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (QS. Al Mu’minun: 97-98).

13.    Doa agar hati ditetapkan dalam hidayah
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)” (QS. Al Imran: 8).

14.  Doa agar dilapangkan hati dan dimudahkan dalam urusan
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي  وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,  dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thaha: 25-28).
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS. Al Kahfi: 10).

15.    Doa meminta keamanan negeri dan berlindung dari syirik

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala” (QS. Ibrahim: 35).

16.    Doa berlindung dari api neraka

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا  إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman” (QS. Al Furqan: 65-66).


Artikel Terkait

Previous
Next Post »