Islam Telah Mewajibkan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Desember 22, 2015
   
Salah satu kewajiban seorang anak kepada orang tuanya adalah berbakti kepada keduanya. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu ibadah yang agung di dalam Islam. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan ajaran Agama Islam yang sangat tinggi dan mulia. Dia juga merupakan bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala sekaligus kepada manusia.
Iman dan Islam seseorang tidak akan sempurna jika tidak diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tua. Sungguh sangat merugi dan celaka seorang Muslim yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup namun dia tidak bisa memanfaatkan keberadaan orang tuanya untuk masuk surga karena tidak berbakti kepadanya. Sadar ataupun tidak manusia tidak akan pernah hidup bahagia tanpa berbakti kepada kedua orang tua. Kesuksesan seseorang baik di dunia maupun di akhirat tidak bisa dipisahkan dengan peran kedua orang tua.

Karena besarnya kewajiban berbakti kepada kedua orang tua, Allah subhanahu wa ta’ala mengiringkan perintah untuk bertauhid (mengesakan Allah) dengan perintah berbakti kepada kedua orang tua. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا (٢٣)وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (٢٤)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".” (QS. Al-Irsa: 23-24)   

Makna (qadha) dalam ayat di atas menurut Ibnu Katsir rahimahullah yakni, ‘mewasiatkan’. Sedangkan menurut Al-Qurthubi rahimahullah adalah ‘memerintahkan, menetapkan dan mewajibkan’. Adapun menurut Asy-Syaukani rahimahullah yaitu, ‘Allah memerintahkan untuk berbakti pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya. Hal ini, menunjukkan betapa besar hak mereka berdua.’ (Fathul Qadir, 3/218)

Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan supaya berbakti kepada kedua orang tua. Allah berfirman:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا (٣٦)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)

Ayat-ayat yang lain yang berbicara tentang berbuat baik kepada orang tua seperti: QS. Luqman: 14, Al-Baqarah: 215, Al-‘Ankabut: 8, Al-Ahqaf: 15.
Dari ayat-ayat di atas jelas sekali bahwa berbakti kepada kedua orang tua hukumnya wajib bagi setiap Muslim maupun Muslimah. 

Di dalam as-Sunnah pun banyak hadits yang menjelaskan tentang wajibnya berbakti kepada kedua orang tua. Di antara hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut:
·      Hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam diriwayatkan oleh Al-Bukhari: bahwa suatu hari seseorang datang dan bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam:
يَارَسُولُ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صُحْبَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ
“Wahai Rasulullah siapakah manusia yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku? Nabi menjawab, ibumu. Ia pun bertanya kembali, kemudian siapa wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ibumu. Ia pun bertanya lagi, kemudian siapa lagi wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, ibumu. Ia pun masih bertanya lagi, kemudian sapa wahai Rasulullah?’. Maka Nabi menjawab, kemudian bapakmu.” (HR. Al-Bukhari)

·    Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim: Bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh seorang sahabat:
أَيُّ الْأَعْمَلِ أَحَبُّ إِلَي اللهِ تَعَالَي؟ قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَي وَقْتِهَا، قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ، قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الجِهَادُ في سَبِيْلِ اللهِ
“Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah? Nabi bersabda: ‘Shalat pada waktunya.’ Aku bertanya, ‘kemudian apa?’. Beliau menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya, ‘kemudian apa lagi?.’ Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

·      Hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam riwayat Al-Hakim di dalam al-Mustadrak:
عِفُّوا عَنْ نِسَاءِ النَّاسِ تَعِفُّ نِسَاؤُكُمْ، وَبَرُّوا آبَاءَكُمْ تَبَرُّكُمْ أَبْنَاؤُكُمْ
“Jagalah kesucian istri orang lain niscaya akan terjaga pula kesucian istri kalian. Dan berbaktilah kepada orang tua kalian niscaya akan berbakti pula anak-anak kalian kepada kalian.” (HR. Al-Hakim)

·         Hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam riwayat at-Tirmidzi:
رِضَا اللهِ فِي رِضَاالْوَالِدَيْنِ، سَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ
“Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR. At-Tirmidzi)

Ada sebagian kaum Muslimin yang merasa kagum dengan langkah-langkah orang barat yang telah mejadikan suatu hari sebagai hari ibu untuk menghormati jasa-jasa sang ibu kepada anak-anaknya. Mereka beramai-ramai latah ikut serta megnucapkan selamat hari ibu kepada orang tua mereka. Padahal lebih dari empat belas abad yang lalu, Islam telah mewajibkan berbakti kepada kedua orang tua. Al Qur’an dan hadits Nabi pun telah banyak menjelaskan dengan sangat terang, tapi mengapa kita tak menyadarinya? Sebabnya adalah jarak antara kita dengan Al Qur’an sudah terlalu lebar. Tak ada keinginan kuat untuk memperdalam nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan kita.

Jadilah anak sholih yang berbakti kepada kedua orang tua dengan bakti terbaiknya. Jangan sia-siakan pintu surga yang ada di hadapanmu. Berjihadlah dengan memberikan pelayanan terbaik untuk mereka.  

Artikel Menarik Lainnya:
Dua Kakak Beradik Berebut Ibunya Sampai ke Pengadilan
Menjawab Tuduhan Fitnah Terhadap HASMI
Kenali Kami di Sini..

Artikel Terkait

Previous
Next Post »