Inilah Jawaban Kenapa Ucapan Natal Digandengkan Dengan Tahun Baru

Desember 25, 2015
Marilah kita tengok sejenak tentang sejarah Natal dan tahun baru Masehi. Natal berasal dari bahasa Portugis yang berarti “Kelahiran” adalah hari raya ummat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh ummat kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Peringatan ini dirayakan pada kebaktian malam 24 Desember dan kebaktian pagi 25 Desember.
Peringatan Natal mulai muncul antara tahun 325-354 M oleh Paus Liberius yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember sekaligus menjadi moment penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April dan 18 Mei. Oleh kaisar Konstantin pada tanggal 25 Desember tersebut akhirnya di sahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
Adapun terkait dengan tahun baru Masehi, maka kita perlu merenungi penjelasan berikut. Tahun Masehi sangat berhubungan dengan keyakinan agama Kristen, Masehi adalah nama lain dari Isa Al Masih. Orang yang pertama kali membuat penanggalan kalender Masehi adalah seorang kaisar Romawi bernama Gasius Julius Caesar pada tahun 45 SM. Kemudian seorang pendeta Kristen bernama Donisius memanfaatkan penemuan kalender Julius Caesar untuk diadopsi (diangkat) sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus.

Di zaman Romawi, pesta perayaan ulang tahun baru adalah untuk menghormati Dewa Janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua). Perayaan ini terus dilesatarikan dan menyebar ke Eropa pada awal abad Masehi. Seiring berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh pemimpin Negara sebagai perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal. Inilah sebabnya ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year). 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »