Kebenaran Datangnya Dari Allah

Oktober 12, 2016

Melihat aksi pak Nusron Wahid dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan di Tv One pada tanggal 11 Oktober 2016 dengan tema “Setelah Ahok Minta Maaf” membuat saya gereget ingin menulis sesuatu. Meskipun sudah sangat banyak yang membantah peryataan pak Nusron dengan lisan maupun tulisan, tapi saya ingin ikut serta berkontribusi dalam pembelaan terhadap Agama yang haq ini.

Saya rasa semua sudah sangat faham latar belakang diskusi yang dihadiri oleh barbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat tersebut, yakni terkait penistaan Al Qur’an oleh gubernur Jakarta, Ahok. Dia mengatakan bahwa ummat Islam telah dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51. Ayat tersebut berisi larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin-pemimpin kaum Muslimin. Singkatnya, pada acara yang dipandu oleh Ilyas Carni itu Nusron Wahid mengatakan dengan nada emosi bahwa hanya Allah saja yang tahu tafsir surat Al Maidah ayat 51. Dia membacakan dalil al Qur’an surat al Baqarah ayat 147:
 الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ 
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang merugi.”. Jadi yang tahu tafsir surat al Maidah ayat 51 hanya Allah subhanahu wa ta’ala saja. Katanya dengan nada menekan.

Benarkah dalil tersebut sudah tepat dalam penggunaannya? Mari kita berfikir sejenak. Sebelum ayat 147 dari surat al Baqarah disebutkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani sangat mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Meskipun demikian, mereka tetap menyembunyikan kebenaran tersebut. Mereka menyembunyikan sifat Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam yang tertulis dalam kitab-kitab mereka. Padahal mereka mengetahuinya. Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala meneguhkan dan memberitahukan kepada Nabi-Nya dan juga orang-orang yang beriman bahwa apa yang dibawa oleh Rasul-Nya itu adalah suatu kebenaran yang tidak perlu diragukan. Allah berfirman:
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ 

Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang merugi.”. (lihat tafsir Ibnu Katsir).

Ayat di atas (surat al Baqarah ayat 147) justru menguatkan bahwa surat al Maidah ayat 51 adalah benar. Karena surat tersebut datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. maka maknanya adalah; telah benar datang dari Allah bahwa kaum Muslimin dilarang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin-pemimpin mereka.

Nusron juga mengatakan, “yang tahu al Qur’an itu hanya Allah dan Rasul-Nya”. Pernyataan ini perlu dikaji ulang. Memang benar, yang paling tahu tentan al Qur’an adalah Allah dan Rasul-Nya. Tapi apakah orang lain juga tidak bisa mengerti makna-makna ayat yang telah jelas dan tidak membutuhkan penafsiran yang rumit? Bahkan sudah dijelaskan oleh Rasulullah dan para shahabatnya. Surat al Maidah ayat 51 termasuk ayat yang sangat jelas maknanya.

Jika hanya Allah saja yang tahu maksud daripada ayat-ayat Al Qur’an, lalu buat apa kitab suci itu diturunkan? Bukankah al Qur’an itu adalah petunjuk bagi manusia? Lalu kalau maknanya tidak diketahui kecuali oleh Allah dan Rasul-Nya saja, bagaiamana manusia dapat mengikuti petunjuk tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan dia atas membuat Nusron Wahid semakin terlihat konyol dan aneh. Bukan tambah pinter tapi tambah keblinger.  


Bogor, 12 Oktober 2016 di rumah.


 Minyak Zaitun Ruqyah (MIZAR)

BACA JUGA ARTKEL BERIKUT:



Artikel Terkait

Previous
Next Post »