Mengadzankan Anak Yang Baru Lahir di Telinga Kanannya

Oktober 23, 2016
Dari Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adzan di telinga al-Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhu ketika dilahirkan Fathimah radhiyallahu ‘anha.” (HR. Abu Dawud).

Sebenarnya ada perbedaan pendapat tentang masalah mengadzani bayi ini karena dalam hadits tersebut ada satu perawi (pembawa hadits) yang cacat sehingga derajat haditsnya menjadi lemah. Namun, hadits ini bisa dijadikan dalil karena ada penguat dari jalur hadits lain sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Baihaqi, Ibnul Qayyim rahimahullah dan al-Hakim dalam kitab-kitab mereka.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Hikmah dari adzan dan iqamah adalah agar yang pertama kali didengar oleh telinga manusia adalah kalimat panggilan agung yang mengandung kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dan keagungan-Nya. Sebagai syahadah (persaksian) yang pertama kali memasukkannya ke dalam Islam. Yang demikian itu merupakan tuntunan syiar Islam baginya ketika ia memasuki dunia (lahir) sebagaimana ia dituntun kalimat tauhid, ketika ia keluar dari dunia (mati). Tidak dipungkiri adanya pengaruh adzan bagi hatinya dan dia akan mengambil manfaat darinya, sekalipun ia belum merasakannya.”

Namun Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata bahwa hadits tentang memperdengarkan iqamah adalah palsu. Sehingga yang dilakukan cukup mengadzani bagi di telinga kanan saja. Wallahu a’lam.

====================================
Info penting:
Anda ingin belajar Islam setiap saat..??
Silahkan dengarkan siaran dakwah radio Fajri 99,3 FM
Atau via streaming www.fajrifm.com.
Telah hadir aplikasi android radio fajri streaming.
Silahkan search “radio fajri” di google play store,
Kemudian pasang di hp android Anda.
Setiap saat Anda bisa meraih pahala menuntut ilmu. 

 Manfaat Luar Biasa dari Mizar

Artikel Terkait

Previous
Next Post »