Loading...
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

INILAH JAWABAN, MENGAPA PARA ULAMA MEMBAGI TAUHID MENJADI TIGA?

April 03, 2017 Add Comment
Sebelum adanya pembagian tauhid oleh para ulama, pada mulanya tidak disebutkan pembagian tauhid dalam beberapa bagian. Karena kaum Muslimin pada zaman itu sudah sangat mengerti makna dan hakikat tauhid sehingga penjelasan tentang pembagiannya belum diperlukan.

Kemudian muncul pembagian tauhid menjadi dua:
JAWABAN SYUBHAT BID'AH ORGANISASI

JAWABAN SYUBHAT BID'AH ORGANISASI

Maret 24, 2017 Add Comment
Amal Jama’i Dalam Berda`wah (Jama’iyyah Da`wah/ Organisasi Dakwah)

Ada sebagian orang atau kelompok yang alergi dengan amal jama’i (baca: organisasi). Mereka mengatakan bahwa oraganisasi adalah bid’ah yang harus dijauhkan dari umat Islam. Bahkan mereka menuduh para aktivis Islam yang tergabung dalam suatu organisasi Islam sebagai ahlul bid’ah.

Benarkah tuduhan mereka? Mari kita simak pembahasannya berikut ini:

Untuk memperdalam kesadaran akan pentingnya beramal Jama’i dalam berda`wah, mari kita renungkan hal-hal di bawah ini:

1.  Kalau kita tinjau tujuan-tujuan da`wah dan sarana-sarana yang kita perlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, jelaslah bahwa akal manusia yang sehat, tidak bisa menerima sama sekali bahwa hal-hal tersebut bisa terwujudkan tanpa amal jama’i, akal pun mengharuskan beramal jama’i. Ketika akal mengharuskan sesuatu, kita harus mengikutinya selama syari’ah tidak melarangnya dan selama syari’ah tidak menunjukkan jalan lain selain yang diharuskan oleh akal.

Kita bukanlah aqlaniyyun (kaum rasionalis) yang mengikuti akal walau pun bertentangan dengan syari’at. Kita bukanlah mereka yang mencampakkan syari’at ketika ada produk-produk akal yang bertentangan dengan syari’ah. Kita adalah Ahlus sunnah wal jama’ah, pengikut Rosulullah Shallallohu `Alaihi wa Sallam, Al-Qur’an, Hadits dan Manhaj Salafus Soleh.

Silsilah Tarbiyah HASMI "Terpecah Yang Benar Hanya Satu"

Maret 09, 2017 Add Comment
Buku Silsilah Tarbiyyah HASMI
BAB I
YANG BENAR HANYALAH ISLAM
Untuk beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan untuk mencapai keridoan-Nya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala hanya menurunkan satu agama kepada hamba-hamba-Nya, sejak awal penciptaan manusia hingga hari kiamat kelak, yaitu agama Islam. Seluruh nabi, dari Nabi Adam ‘alayhissalam sampai Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam, hanya membawa dan mendakwahkan agama Islam. Itulah sirotulmustaqim.
    
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَٰمُۗ ...١٩
“Sesungguhnya agama (yang diridoi) di sisi Alloh hanyalah Islam.”  (QS. ali ‘Imron [3]: 19)

NEO MURJI'AH

Februari 13, 2017 1 Comment
Mukadimah
Jika kita perhatikan tulisan-tulisan, diskusi, seminar bahkan wawancara yang dilakukan terhadap sebagian aktifis Islam pada saat ini, kita akan mendapatkan seolah-olah sekte sesat yang diblacklist oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah hilang kecuali Khawarij. Bagi mereka seolah-olah bumi ini telah bersih dari orang-orang kafir, murtad, zindiq, sekuler dan yang tersisa hanyalah kesesatan Khawarij. Dalam halusinasi mereka seolah-olah Khawarij ini sedang bangkit kembali untuk meraih Khalifah Rasyidah!

Tafsir Ali Imran: 103 -Perintah Berjama'ah-

Februari 12, 2017 Add Comment
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
  
“Dan berpegang teguhlah kalian semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai..” (QS. Al-Imron: 103).

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menafsirkan maksud dari “tali (agama) Allah” di ayat ini dengan Al-Qur’an. Beliau radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآَنَ هُوَ حَبْلُ اللَّهِ، وَهُوَ النُّورُ الْبَيِّنُ وَالشِّفَاءُ النَّافِعُ، عِصْمَةٌ لِمَنِ اعْتَصَمَ بِه...
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah tali (agama) Allah. Dia adalah cahaya (petunjuk) yang terang benderang dan obat penawar yang bermanfaat. Ia adalah pelindung bagi yang berpegang teguh kepadanya…” (HR. Ad-Darimi).

Allah Subhanahu wa Ta’ala di ayat yang mulia ini memerintahkan kaum mukminin agar berpegang teguh kepada petunjuk Allah, yakni Al-Qur’an dan melarang mereka dari perpecahan.

Dengan kata lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum mukminin agar berjama’ah dan bersatu serta menjadikan wahyu-Nya sebagai landasan persatuan tersebut agar mereka tidak tersesat dari jalan hidayah-Nya, yang akan menyebabkan mereka terpecah belah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika memerintahkan kaum mukminin agar berjama’ah dan bersatu tidak lain karena ada banyak manfaat dan kebaikan di dalamnya.

Dengan berjama’ah, Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak menguatkan hati-hati kaum mukminin dan menyatukannya. Sebagaimana hal tersebut telah Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada para sahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam, dimana dalam sebuah firman-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala ungkapkan hal tersebut,