Gaya Muda Islami (GAMIS)

November 08, 2016
Kehidupan seorang pemuda tidak lepas dari trend dan gaya hidup. Masing-masing sangat bergantung kepada pola fikir dan pengaruh lingkungan sekitarnya. Seseorang yang berpola fikir sekuler, akan mengaplikasikan gaya hidup yang sekuler. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur, akan memvisualisasikan kehidupan yang tidak Islami. Seseorang yang menerapkan pola fikir yang Islami, akan menunjukkan gaya hidup yang sesuai dengan tuntunan dan tuntutan syari’at Islam. Ia memperhatikan betul bagaimana Al Qur’an dan As-Sunnah mengatur tata kehidupannya dan berusaha menerapkannya dengan maksimal.

Sebagai seorang pemuda Muslim, kita harus berbangga dengan gaya hidup Islami dan menolak keras gaya hidup sekuler. Prinsip ini akan membawa kebahagiaan bagi setiap pelaksananya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi..” (QS. Al-A’raf: 96)

Sebaliknya, membanggakan gaya hidup hedonis, berfoya-foya dan mementingkan kehidupan duniawi akan membawa pada sebuah kehinaan dan kehancuran. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124). Siapa saja yang berpaling dari al Qur’an, akan mengalami kehidupan yang sempit. Kesempitan itu akan dia rasakan di dunia dan di akhirat.

Setiap muslim wajib menjalankan Agamanya secara kaafah (secara menyeluruh) pada semua sisi kehidupan. Sehingga gaya hidup seorang pemuda muslim pun harus sesuai dengan norma-norma Agama. Berikut ini berberapa prinsip gaya hidup yang harus diperhatikan:

1) Berniat Untuk Ibadah.
Segala perbuatan yang kita kerjakan hendaknya diniatkan karena Allah subhanahu wa ta’ala sehingga mendapat pahala di sisi-Nya. Termasuk dalam perkara-perkara yang mubah, seperti; berpakaian, berolahraga, makan dan minum, serta beragam aktifitas lainnya.

2) Selaras dengan Syari’at
Segala yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari harus berpedoman pada prinsip ittiba’. Dalam arti sesuai dengan syari’at Islam yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Contoh; membudayakan salam pada saat bertemu teman, makan dan minum dengan tangan kanan dan sambil duduk, berpakaian menutup aurat dengan tidak isbal bagi pemuda muslim dan tidak bertabarruj bagi pemudi muslimah, dan lain-lain.

3) Halal dan Thayyib
Apa pun yang kita perbuat, kita konsumsi dan kita kenakan harus mempunyai sifat halal dan thayyib, baik dari dzatnya maupun cara memperolehnya. Seorang muslim wajib menjauhi hal-hal yang dilarang oleh syari’at, seperti; pacaran, mencuri, tawuran, memakan daging babi, mengkonsumsi narkoba dan miras, dan lain sebagainya.

4) Tidak Berlebihan
Allah subhanu wa ta’ala tidak menyukai orang-orang yang berlebihan dalam segala hal. Karenanya seorang pemuda muslim harus menjauhinya. Lakukan aktifitas dengan frekuensi yang sedang, berpakaian yang wajar, makan dan minum secukupnya. Hindarkan sikap pemborosan, karena pemboros adalah teman setan. wallahu a’lam.
********

Artikel terkait:
Pendidikan Pemuda
Menumbuhkan Jiwa Kreatifitas
Harta Terpendam "Kisah Pemuda Kahfi"
Tinggalkan Kata "Nanti-nanti", Segera Kerjakan!!
Rajin Belajar Menyongsong Masa Depan
Pemuda Yang Tumbuh di Masjid
Jurus Ampuh Membentengi Diri Dari Narkoba
Hukum Narkoba

 Minyak Zaitun Ruqyah (MIZAR)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »