Tidak Ada Adzan dan Iqamah Untuk Shalat ‘Id

Juli 26, 2014

Salah satu kekeliruan sering terjadi pada saat pelaksanaan shalat ‘Id adalah mengumandangkan iqamah –meskipun dengan kalimat yang berbeda, seperti ash-shalaatu Jaami’ah  ketika hendak didirikannya shalat ‘Id tersebut. Perbuatan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam, karena perbuatan tersebut tidak sejalan dengan sunnah Nabi shallalllahu ‘alayhi wa sallam. Jadi perbuatan yang tidak diajarakan oleh Nabi kemudian manusia menganggapnya baik atau bernilai ibadah, maka itu masuk ke dalam kategori bid’ah. Ingat bahwa setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan akan mengantarkan pelakunya kepada siksa Neraka. 

Berdasarkan praktek shalat ‘Id yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para shahabatnya, maka jelaslah bahwa dalam shalat ‘Id tidak ada adzan dan iqamah.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Jabir radhiyallahu ‘anhuma, keduanya berkata, “Tidak ada adzan untuk ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha” (Shahih, diriwayatkan oleh Al-Bukhari 960 dan Muslim 886)

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku telah mengerjakan shalat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha bersama Rasulullah shallallahu ‘alayihi wa sallam bukan cuma sekali atau dua kali, dengan tanpa adzan dan iqamah.” (Shahih, diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam apabila sampai di tempat shalat, beliau langsung shalat tanpa adzan dan iqamah serta tanpa ucapan: Ash-Shalaatu Jaami’ah. Sunnahnya adalah tidak melakukan sesuatu dari hal itu.”

Berdasarkan hal ini, maka seruan untuk mengerjakan shalat ‘Id adalah bid’ah. Wallahu a’lam.

[ Sumber: Kitab Shahih Fiqih Sunnah ]

Artikel Terkait

Previous
Next Post »